Program Perkuliahan Karyawan
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA FAKULTAS PERTANIAN

FTAN UMJ
Jurusan

Cara Mengenali Minat sebelum Memilih Jurusan Agroteknologi

Kenali minat jurusan Agroteknologi lewat pengalaman budidaya, latihan mengamati tanaman, refleksi pribadi, dan eksplorasi materi tanah serta hama.

Cara Mengenali Minat sebelum Memilih Jurusan Agroteknologi

Minat pada Agroteknologi tidak selalu muncul karena seseorang sejak awal ingin bekerja di bidang pertanian.

Kadang ketertarikan justru terlihat dari aktivitas sehari-hari: mengamati pertumbuhan tanaman, memperhatikan perubahan kondisi tanah, melihat gejala gangguan, atau bertanya mengapa tanaman yang mendapat perlakuan serupa bisa tumbuh berbeda.

Kalau pertanyaan seperti itu terus muncul, jangan langsung menyimpulkan bahwa Agroteknologi pasti cocok. Amati rasa ingin tahu tersebut, coba pelajari dasarnya, lalu lihat apakah Anda masih ingin memahami tanaman dan proses budidaya lebih jauh.

 

Saat Mengamati Tanaman, Apa yang Ingin Anda Pahami Lebih Jauh?

Pekerja budidaya tanaman dapat terbiasa melakukan penanaman, pemupukan, penyiraman, perawatan, atau pengamatan kondisi tanaman.

Namun, kegiatan tersebut sering memunculkan pertanyaan baru.

Mengapa daun berubah warna? Mengapa pertumbuhan tidak seragam? Apakah masalahnya berasal dari tanah, air, unsur hara, hama, atau faktor lingkungan?

Pertanyaan yang berulang dapat menjadi petunjuk bahwa Anda tertarik bukan hanya melakukan perawatan, tetapi juga memahami alasan di balik kondisi tanaman.

 

Bagaimana Rutinitas Budidaya Membantu Mengenali Minat?

Coba catat tiga aktivitas yang pernah Anda lakukan.

Pertama, aktivitas yang membuat Anda penasaran. Kedua, aktivitas yang dilakukan hanya karena menjadi bagian dari pekerjaan. Ketiga, aktivitas yang masih ingin Anda pelajari meskipun tugas sudah selesai.

Misalnya, Anda mungkin menikmati proses mengamati perubahan tanaman, tetapi kurang tertarik pada pekerjaan administratifnya.

Pisahkan juga antara minat, kemampuan saat ini, kebutuhan kualifikasi, dan hambatan waktu.

Seseorang dapat memiliki minat Agroteknologi meskipun dasar biologi atau kimianya masih perlu diperkuat. Minat lebih terlihat dari kemauan mengamati, bertanya, dan mencari hubungan antara kondisi tanaman dengan proses budidayanya.

 

Coba Aktivitas Sederhana untuk Menjelajahi Ilmu Tanah

Pilih satu tanaman yang mudah diamati.

Selama beberapa hari, catat kondisi daun, pertumbuhan, kelembapan tanah, dan hal lain yang terlihat tanpa mengubah perlakuannya.

Setelah itu, baca materi pengantar mengenai pertumbuhan tanaman atau tanah, lalu susun beberapa pertanyaan berdasarkan pengamatan tadi.

Mengapa tanaman tumbuh seperti itu? Faktor apa yang mungkin berpengaruh? Informasi apa yang masih perlu diketahui sebelum menarik kesimpulan?

Latihan ini bukan tes kemampuan.

Tujuannya adalah melihat apakah proses mengamati dan mencari penjelasan justru membuat Anda semakin penasaran.

 

Cocokkan Rasa Ingin Tahu dengan yang Dipelajari di S1 Agroteknologi

S1 Agroteknologi mempelajari budidaya tanaman, tanah, hama, dan teknologi pertanian.

Rasa ingin tahu dari pengalaman kerja dapat dipetakan ke beberapa bidang seperti ilmu tanah, budidaya tanaman, pengamatan hama, serta evaluasi kondisi tanaman.

Misalnya, ketertarikan pada kondisi tanah dapat berkembang menuju ilmu tanah. Rasa penasaran terhadap tanaman yang terserang gangguan dapat mengarah pada pengamatan hama dan penyakit.

Untuk melihat gambaran program secara lebih jelas, Anda dapat membaca halaman S1 Agroteknologi FTAN UMJ.

Baca juga: Pelajari S1 Agroteknologi FTAN UMJ

 

Dari Minat Belajar menuju Pemahaman Budidaya yang Lebih Terarah

Minat tidak harus langsung berubah menjadi keputusan memilih jurusan.

Mulailah dari satu persoalan tanaman yang paling dekat dengan pengalaman Anda.

Misalnya, pilih satu kondisi yang sering ditemui. Pelajari faktor yang mungkin memengaruhinya, lalu bandingkan dengan pengamatan di lapangan.

Jika ada bagian yang terasa sulit, gunakan kesulitan tersebut untuk mengenali bekal yang masih perlu diperkuat, seperti biologi, kimia dasar, atau keterampilan pengamatan.

Pengalaman budidaya, pengetahuan baru, latihan, dan refleksi dapat membantu Anda melihat apakah Agroteknologi benar-benar menjadi bidang yang ingin dipelajari secara lebih serius.

 

Kenali S1 Agroteknologi di FTAN UMJ untuk Melanjutkan Eksplorasi

FTAN UMJ menyediakan S1 Agroteknologi melalui Program Perkuliahan Karyawan (P2K) dengan metode Hybrid Learning.

Jadwal yang tercantum adalah Senin–Jumat pukul 18.30–21.00 serta Sabtu pukul 08.00–16.00.

Pola kelas malam dapat dipertimbangkan oleh pekerja yang beraktivitas pada siang hari. Namun, perkuliahan hampir sepanjang minggu ditambah kelas Sabtu tetap membutuhkan pengaturan waktu, energi, serta kesiapan mengikuti pembelajaran yang berkaitan dengan pengamatan dan praktik.

Informasi kampus dapat ditelusuri melalui kanal FTAN UMJ, sedangkan rincian program tersedia pada halaman S1 Agroteknologi FTAN UMJ.

 

Langkah berikutnya cukup sederhana: pilih satu materi Agroteknologi yang paling dekat dengan pengalaman kerja Anda, pelajari dasarnya, lalu lihat apakah rasa ingin tahu tersebut semakin kuat.

Jika iya, bawa catatan minat dan pertanyaan tersebut saat berkonsultasi dengan PMB agar pembicaraan tentang program menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan belajar Anda.